Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 36All time: 124413

Kenapa menjadi pendakian paling menyakitkan ?

Bolanger Notes » Pendakian Sakit Hati - Papandayan Garut » Kenapa menjadi pendakian paling menyakitkan ?

  • pemotor jalur pendakian papandayan
    pemotor jalur pendakian papandayan
  • Pemotor di jalur pendakian papandayan
    Pemotor di jalur pendakian papandayan
  • pemotor di jalur pendakian papandayan
    pemotor di jalur pendakian papandayan
  • warung di gunung papandayan
    warung di gunung papandayan
  • Ada warung di pondok saladah
    Ada warung di pondok saladah

Beberapa photo dan video terlampir adalah alasan kenapa pendakian ke Papandayan adalah pendakian yang bikin sakit hati gimanaaa geto, bukan salah Papandayan sih tetapi salah kami sendiri yang kurang menggali informasi dan referensi dari bolanger yang udah pernah kesono sebelumnya.

Pertama
Sejak pertama bingung cari tempat parkir, yup sekitar jam 2 sabtu dinihari kami sudah sampai di area Campd David, tetapi parkiran tersebut belum dibuka, sedang area di warung2 disono sudah hampiiir penuh dan gak muat lagi.

Kedua
Kawah berada di tengan perjalanan bukan di akhirnya, secara umum gambaran pendakian gunung berapi yang aktif selalu menempatkan kawah sebagai top level atau akhir dari pendakian, sedang di Papandayan kita akan melewatkan kawah tepat di tengah perjalanan menuju puncak tertingginya.

Ketiga
Adanya warung-warung hingga sampai pondok saladah, naah loh dimana lagi pendakian gunung dimanjakan dengan warung nasi, bakso, gorengan, bahkan cilok, yang beredar dan bahkan stay dipuncak sana kalau bukan di Papandayan.

Bayangin kita yang secara protap menentukan menu apa yang akan kita makan nantinya, seberapa banyak belanja untuk hal itu, kemudian berat-berat kita bawa beras, lauk, sayur, kompor, gas, spirtus, dan lain sebagainya menuh-menuhin keril, udah gitu dibagi angkutnya pada setiap peserta… eh ternyata disono udah ada banyak warung yang buka 1x24 jam sehari, dengan menu yang variatip plus masih ngebul anget brooo!.

Belum lagi air yang begitu mudah dan melimpah, padahal sejak awal masing-masing kita harus memikul beban air lebih dari 3liter per orang untuk masak dan bersih-bersih!.

Dan begitu sampai di Pondok Saladah ataupun di Tegal Alun, ternyata sejuknya air yang mengalir dengan mudah kita dapetin, melimpah malah… jiaah segera aku minum abis deh tu air perbekalan.

Ke empat
Adanya motor berseliweran, naah ini nih yang paling bikin merasa gimanaa gitu, apalagi kalian selain hiker juga aktip di beberapa komunitas biker, bakalan ngenes dah... hahahahtongue-out lha namanya gunung untuk pendakian, jalan nanjak gendong keril segede gaban, capek bahkan ada yang sampe kram, mandi keringat, eh ternyata gak cuman sekali dua kali sepeda motor lewat.

Hellooo judulnya aja mendaki gunung, kenapa harus ada motor yang seliweran sih!? Mungkin kalo masih di jalur bawah sih mending dan maklum.. lah ini bahkan sampe pondok saladah yang notabene adalah akhir dari pendakian… salah udah.

Apa artinya coba effort luar biasa yang dilakukan dengan berjalan kaki nanjak menuju puncak, kalau ternyata puncak itu bisa dicapai dengan motor!? Hahahaha

Kelima
Dan klimaknya adalah kalau memang jalur pendakian, mestinya bukan pendaki dong yang kudu mlipir minggir mempersilahkan motor untuk lewat, kenapa bukan motornya yang berhenti bentar agar pendaki yang udah kecape’an, dehidrasi, dan payah untuk diprioritaskan?

Bisa-bisa aja lho nantinya para pedagang itu akan membawa motornya hingga di Tegal Alun …

Facebook
PRchecker.info