Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 46All time: 115427

Nyanyian karang dari Karang Song

Bolanger Notes » Nyanyian karang dari Karang Song

  • Hutan Mangrove Karangsong
    Hutan Mangrove Karangsong
  • Udah deket ke pulau Biawak
    Udah deket ke pulau Biawak
  • Pantai Karangsong
    Pantai Karangsong
  • serunya maen perahu beneran
    serunya maen perahu beneran
  • Pantai mangrove
    Pantai mangrove
  • Pantai Karangsong
    Pantai Karangsong
  • Kuliner karangsong
    Kuliner karangsong
  • beach resto ala Karangsong
    beach resto ala Karangsong

Hahahay judulnya sok iyes banget, seperti judul ftv ajah, padahal meski namanya karang song, tapi jangan pernah sekalipun membayangkan suasana gotik penuh misteri tentang bunyi-bunyian yang terdengar dari sebuah gugusan karang, yang kadang terdengar seperti sebuah lagu, atau nyanyian, atau seperti jeritan menyayat, ataupun tawa melengking ngeri-ngeri sedap, karena sampe Avril Lavigne pindah ke Indonesia pun gugusan karang tersebut tidak akan kamu temui disana, apalagi nyanyiannya… sealed

Catatan ini aku dedikasikan untuk temen aku yang akhir-akhir ini ngeluh tentang kurangnya fasilitas public area yang bisa dijadikan tempat bersantai keluarga, open space yang hijau dan menenangkan, terlebih life style dari orang-orangnya yang mulai metro dan selalu dalam tekanan untuk menang dalam persaingan, tapi aku tahu bahwa sebenernya dia dlam masa inkubasi terjangkit penyakit kurang pikniktongue-out.

So jika kamu juga mulai mengalami kondisi mudah lelah, hidup tak bergairah, sering menatap kosong tanpa arah, gampang marah, dan perut buncitmu berasa begah, maka itu gejala yang mengindikasikan bahwa sudah saatnya kamu merencanakan untuk piknik.

Nah catatan ini aku bagi agar setidaknya menjadi alternative referensi ketika kamu membutuhkan pengobatan dan pencegahan penyakit berbahaya dari akibat kurang piknik seperti tersebut diatas.

Jelajah Mangrove Karangsong

Yup meski agak jauh ke Indramayu (dari Cirebon –penulis), tapi wortet lah karena pantai satu ini cukup greget dan akan tembah greget beriring semakin terawatnya hutang mangrove yang menjadi wahana andalan di pantai karangsong indramayu tersebut.

Dimana

Karangsong merupakan nama dari salah satu kampung nelayan yang berada di garis pantai utara Indramayu, itu kenapa kemudian pantainya pun dikenal dengan pantai karangsong, berjarak sekitar 12 menit dari kota Indramayu, dan 2 jam kurang dikiiiit dari Cirebon, dengan titik kordinat lokasi -6.3344784, 108.3257182 dimana titik lokasi tersebut berada di tengah hutan mangrovenya.

Transformasi

Hari itu adalah kali kedua aku mengunjungi Karangsong, yang pertama kalinya ketika aku dan teman2 menjadi bagian dari aksi penanaman mangrove dan revitalisasi pantai sebagai kawasan konservasi yang disupport oleh program CSR dari pertamina Balongan.

Dan yang kedua kalinya adalah sebagai turis aka wisatawan dimana perbedaan dari kedua moment itu sangat luar biasa, karangsong yang dulunya hanyalah pantai kumuh dengan aktifitas nelayan, selayaknya pantai nelayan pada umumnya, bakau dan mangrove hanya merupakan tanaman yang liar dan tidak berarti apa-apa, kini sudah terkonsep rapi sebagai pantai wisata yang sekaligus kawasan konservasi bagi banyak satwa di hutan mangrove nya.

Ramainya pengunjung menjadikan Karang Taruna setempat harus membentuk unit bisnis dan mengatur anggotanya untuk berperan aktif terbagi menjadi professional yang mengelola Pantai karangsong, menjadi sumber pendapatan bagi desa dan warganya selain melaut dan membuat kapal, menjadikan karangsong sebagai pantai wisata yang menyajikan wahana-wahana seru dan siap bersaing dengan pantai wisata lainnya seperti Pantai Balongan, dan pantai Tirtamaya.

Yang menjadi beda dan merupakan wahana unggulan dari Karangsong, adalah adanya kawasan konservasi berupa hutan mangrove, yup mangrove yang dulu kita tanam bersama itu kini sudah menjadi hutan yang lebat dan dihuni oleh banyak macam satwa, burung-burung juga terlihat betah disana.

Area mangrove berada di seberang pantai, dipisahkan oleh sungai yang lebar dan dalam, dimana sungai tersebut adalah jalur dari kapal-kapal nelayan yang berjumlah ratusan bersandar disepanjang sungai hingga mendekati kota, sehingga untuk menikmati wahana hutan mangrovenya, kita harus menyeberangi dengan perahu.

15ribu perorang adalah tariff yang terjangkau untuk diantarkan dengan perahu menyeberang menuju hutan mangrove, disana kita akan diturunkan dan dipersilahkan jalan kaki menjelajahinya, ada treknya dan ada tower diujung yang biasa dijadikan spot selfie, ada riuh kicau burung didalamnya, dan tentunya ada kesejukan yang sangat ditengah panas suhu pantainya.

Apa saja yang bisa kamu lakuin di pantai Karangsong?

Dengan pasirnya yang bukan putih bersih memanjang dan melengkung, maka kamu bisa mendirikan istana pasir!, berkreasi dengan bentuk dan posisi sesuai khayalan dan imajinasi, berenang juga bisa kamu lakukan sepuasnya, karena ada banyak persewaan ban dan pelampung buat kamu yang udeh segede ini masih belum bisa renang.

Banana boat juga sudah terlihat mondar-mandir beriring teriakan histeris dan lebay para penunggangnya, perahu karet sepaket dengan dayungnya juga tersedia gratis setelah kamu membayarnya 40 ribu sepuasnya, belum lagi pemandangan sunsetnya yang kadang bisa sangat romantic.

Adanya pulau pulau buatan yang menyebar di pantai karangsong, terlihat semakin menarik, meski bentuk dan keberadaan pulau buatan itu kurang terkonsep bagus (menurut aku), tetapi sudah cukup lumayan menarik untuk disinggahi, tapi lihat disana ketemu tulisan “ dilarang menaiki batu”.

Kuliner

Dan kalau kamu bertanya tentang kuliner… maka sepanjang pantai sudah tersedia lesehan, dan lapak yang menyajikan menu khas Indramayu dan menu seafood yang masak dadakan, harganya pun masih tergolong murah, mengingat ikan laut dan kawannya langsung diambil dari nelayan yang jaraknya hanya hitungan langkah.

Ada setidaknya dua anjungan lesehan yang menjorok ketengah pantai, disana kamu bisa maksimal menikmati hidangan sambil menebar pandangan kepenjuru jauh, semilir angin dan keteduhan atap rumbai, akan menyempurnakan keseruan santaimu bersama teman sepeturinganmu.

Untuk yang pengen sok elegan dan privasi, ada sebuah rumah makan dengan konsep laut diluar area wisata, dengan bangunan utama yang didesain sebuah kapal, dan gazebo diatas kolam tambak yang tertata unik, parker luas, dan bisa sambil melihat langsung kesibukan para awak perahu dalam mempersiapkan perburuannya, karena berhadapan juga dengan sungai dimana perahu-perahu itu bersandar.

Tiket masuk area wisata pantai karangsong permobil dihargai 15 ribu rupiah, untuk motor 5 ribu dan pejalan kaki perorangan hanya 3ribu rupiah, tanpa batasan waktu dan tanpa batasan area, dan tanpa asuransi hahahah karena memang legalitasnya masih bereferensi ke perdes, alias peraturan desa, jadi kalau mau petakilan atau pecicilan, resiko tanggung sendiri yaa.

Oh iya ada ATV yang bisa kamu pake seru-seruan keliling pantai, ada juga kuda yang bisa disewa buat berkendara santai agar kamu makin terlihat macho, juga ada camping ground yang masih dalam proses pembangunan.

Jika nantinya ada camping ground, lalu fasilitas buat bilas yang tidak komersil (bilas per ember mungil 3ribu broh!) dan panggung hiburan, parkir juga lebih ditata dan dialokasi rapi, maka Karangsong akan semakin berani untuk menjadi ikon wisata Indramayu.

Hal lain yang menjadi perhatian aku saat itu adalah adanya buanyyyak organ tunggal dengan nama-nama yang bervariasi disepanjang jalan yang aku lewati mulai pantura hingga kampung nelayan karangsong, bayangin jika satu organ tunggal punya satu artis andalan dan satu artis backup, maka berapa banyak artis dikampung tersebut, berapa banyak di kecamatan tersebut?.... hmmm jalur pantura memang jalur yang bergoyang yiiihaaa kiss

Jadi jika mau adain event di Indramayu, untuk urusan entertain menjadi sangat mudah dan murah, ada buanyak pilihan dan ada buanyak kesempatan hahahaha laughing

Oh iya, jangan terlalu berharap dan berkhayal kamu bakal dengan mudah nemuin gadis pantai berbikini, terlentang dan tengkurep berjemur mandi ultraviolet, karena disitu jika kamu menemukannya maka kamu termasuk orang-orang yang beruntung, dan jika kamu masih ngeyel untuk mencarinya, maka artinya kamu terlalu banyak nonton film bajakan!

So jika kamu penasaran dan pengen merasakan jalan-jalan ditengah hutan mangrove dengan banyak burung bercengkrama menyambutmu, maka tulislah pantai karangsong sebagai destinasi liburan kamu selanjutnya, tapi Iingat bahwa potensi bahaya selalu ada dimana saja, tergores batu karang, tergulung ombak, tersengat matahari, dan kelilipan pasir, menjadi perusak nuansa serumu, untuk itu persiapkan dengan matang, mulai dari baju ganti, sepatu, dan sunblock, juga perengkapan first Aid atau PPPK yang wajib ada kamu bawa.

Nah jadi jelas bahwa piknik ke Karangsong akan membawa perubahan dan semangat baru untuk kamu kembali ke rutinitas kerjaan dan hidup, bagikan kebahagiaan dan saling mengingatkan, bahwa kadang piknik adalah jawaban.

Berkunjunglah ke Karangsong

 

Facebook
PRchecker.info