Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 46All time: 115427

Petualangan kecil untuk Hita - Cibunar

Bolanger Notes » Petualangan kecil untuk Hita - Cibunar

  • Jalur pendakian ciremai cibunar
    Jalur pendakian ciremai cibunar
  • Jalur pendakian Ciremai Cibunar
    Jalur pendakian Ciremai Cibunar

Sudah beberapa kali aku lewatin jalur Sumber-Kuningan via Plangon, dimana ada sebuah pemandangan alam yang cukup bagus tapi ironi, yup penambangan batu cibereum, dan aku penasaran sampai sejauh mana exploitasi alam itu berlangsung, namun belum kesampaian juga :(

Nah catatan ini merupakan bentuk keprihatinan dan apa yang disebut dengan efek negative dari teknologi, dimana manfaat yang ada ternyata memunculkan kebodohan dan kerusakan yang luar biasa. lah kok gak nyambung dengan paragraph pertama? :)

Game online, salah satu yang bisa membuat seorang anak terjebak pada fantasi virtualnya, dimana hal itu juga akan berpengaruh pada pola piker, karakter, dan psikologi, setidaknya begitulah apa yang dikatakan para ahli dibidangnya.

Dengan ketakutan itulah maka pada hari itu, aku dedikasikan untuk Hita, seorang bocah yang sedang mengenal teknologi sebagai hal yang biasa di awal nalar dan daya pikirnya, untuk keluar dari zona nyaman dunia fantasi, dunia digital, dunia yang membuatnya bisa dimana-mana tanpa harus bergeser sedikitpun dari tempat duduknya, yah aku ingin memperkenalkannya dengan hutan.

Yup destinasi tujuannya memang belum ketemu tetapi yang jelas aku harus bisa membawanya menuju sebuah puncak ketinggian dimana dia bisa berinteraksi langsung dengan alam, dan jalur sumber-linggarjati menjadi pilihan.

Melewati camping ground rumah pohon Cibeureum, aku penasaran dengan sebuah sempalan jalan yang menuju kekedalaman hutan kopi, terlihat disana jejak roda truk yang sudah lama membekas, maka belok kananlah aku mengikuti jejak itu hingga sampai pada kesunyian yang senyap.

Jejak itu masih belum berujung, dan jalur sudah semakin offroad dengan ketebalan lumpurnya, Hita semakin senang manakala keseruan slip dan kejebak lumpur semakin butuh effort yang lebih.

Sekitar 30 menit kemudian aku menemukan pemandangan yang cukup ironi luar biasa, dimana ada sebuah jurang disana yang dinding terjal bukitnya sudah berserakan dengan bongkahan batu yang besar, yup ada penambangan batu disana, exploitasi alam ternyata semakin parah ketika semakin masuk kedalam hutannya.

Dengan bareng Hita yang notabene seorang bocah, tentu menjadi tameng, ketika dengan penuh curiga beberapa orang penjaga tambang bertanya tentang tujuan dan maksud aku ketempat mereka bekerja


“ cuman mo liat-liat ajah pak, ini nih Hita pengen liat batu gede katanya…”

Dari area penambangan batu, aku kemudian kembali ke jalan utama, dan ketika sampai di linggarjati, aku menemukan sebuah jalur kampong yang mengarah ke ketinggian ciremai, akupun tertarik untuk menemukan batas dimana motor tak lagi mampu untuk melewatinya, bahkan trail sekalipun.

Yup dengan perjuangan dan susah payah, sampailah kami disebuah puncak yang teduh dengan kebun cengkeh yang lebat, disana kami berhenti dan menikmati pemandangan hijau yang membentang dibawah sana,lalu seorang petani dengan ramah bertanya

mau kemana mas..? “

ini pak iseng ajah nyari puncak buat liat pemandangan yang bagus

oooh itu tuh mas kalau mau yang lebih tinggi…

Pak tani itu menunjuk ke suatu arah, dimana disana terdapat bangunan yang berderet rapi disebuah bukit, cukup menarik dan ketika aku tanya apa nama villa / hotel tersebut pak tani cuman geleng kepala.

“ dari situ terus naek mas nanti mentok ada pos pendakian gunung ciremai, namanya Cibunar, disitu biasanya rame pada kesitu..

Yeah ada destinasi baru, dan segera aku pamit turun untuk kembali nanjak ke tempat yang ditunjukkan oleh pak petani itu.

Awalanya sedikit repot untuk menemukan jalur mana yang menuju ke Cibunar dari Linggarjati, namun dengan beberapa kali bertanya maka kami akhirnya yakin bahwa tidak salah lagi.

Jalur menuju Cibunar cukup menyenangkan dengan kelokan aspal yang sempit dan tanjakan yang ajib, kami menikmati meter demi meter tanjakan itu, hingga ketika sampai di villa lereng bukit itupun aku berhenti untuk mengamati.

Villa itu terdiri dari beberapa “cottage” terpisah yang semuanya didesain menjorok keluar bukit, sehingga terlihat seperti menempel atau menggantung dilereng bukit, cukup menarik dan bisa menjadi pilihan ketika kamu ingin menikmati malam dengan nuansa alam dari anjungan.

Setelah cottage tersebut ada sebuah tanjakan menikung yang paling terkenal sebagai penyebab kecelakaan, karena pola jalur yang menanjak tajam lalu menikung ke kiri, maka ketika haluan terlalu mepet kesisi kiri jalan yang akan terjadi adalah motor terhempas jatuh karena kemiringannya.

Sudah ditandai dengan cat putih batas haluan yang harus dilewati, sehingga jika kamu biker yang jeli akan segera tahu bahwa sisi dalam dari garis putih itu adalah sisi maut yang setiap saat akan menarikmu jatuh, namun cat itu harus selalu diperbarui karena begitu cat luntur dan mulai menghilang, maka acuan haluan motor tidak ada lagi, dan resiko kecelakaan motor semakin besar kemungkinan terjadi.

Sesampainya di puncak Cibunar, kami menemukan sebuah bangunan yang juga berfungsi sebagai pos gerbang pendakian gunung Ciremai, dibangun dengan model yang asik dan cukup mengakomodasi kebutuhan istirahat bagi pendaki yang akan mulai nanjak maupun yang baru akan naek.

Ketinggian pos Cibunar adalah 1300an dpl, disana ada sebuah warung yang menyediakan kopi, cemilan, dan makanan untuk para pengunjungnya.

Dengan ketinggianya dan sarana bersantai menikmati alam yang berupa gazebo, gazebo kecil, dan bangku taman maka Cibunar menjadi salah satu pilhan bagi paramuda untuk bersantai disana bersama pasangannya.

Obrolan seru kemudian berlangsung antara aku dan seorang operator outbond di warung tersebut yang pada saat itu sedang menunggu rombongan jungle trekking dari atas bukit, darinya aku dapetin banyak informasi, tentang pariwisata Kabupaten kuningan, potensi, dan proses pengembangannya.

Sore sudah semakin terasa dengan suara serangga yang khas, kamipun pamit pulang kembali ke Cirebon.


Begitu senangnya Hita bermain dihutan, membuat haru aku menjadi sebuah harapan, semoga kelak kamu bisa mengajak teman-temanmu untuk berteman dengan alam, untuk mencintai hutan.

Salam
Cireboner.com

 

Facebook
PRchecker.info