Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 13All time: 120112

Balong Tuk

Wisata cirebon » Balong Tuk

  • Balong Tuk Cirebon
    Balong Tuk Cirebon
  • Kuncen Balong Tuk
    Kuncen Balong Tuk

Daya tarik Balong Tuk berdenah empat persegi panjang dengan ukuran 6 x 9 m ini terletak pada nilai keramat yang ada dalam peninggalan masa Kesultanan Cirebon ini.

Anda akan melihat bagian dalam balong berundak-undak ini, yang semakin mendekati permukaan air semakin sempit. Ikan mas dan kancra banyak berlalu lalang di dalam kolam ini.

Di sebelah barat daya kolam, di ujung lorong terdapat rumah Raden Mas Suparja, seorang juru kunci Balong Keramat Tuk yang banyak menyimpan benda-benda kuno. Beberapa benda lama tersebut pada setiap bulan Mulud dimandikan dengan diiringi upacara adat.

Yang menarik, Anda dapat saja bergabung dalam salah satu tahap dalam prosesi upacara adat adalah merendam berbagai benda itu ke dalam Balong Tuk

Balong Tuk, juga biasa disebut dengan Keramat Mancur Jaya, dimana Balong keramat itu terletak di Jalan Cideng Jaya, RT 20/RW 04, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Tempat ini tak lepas dari sejarah perkembangan penyebaran Islam di tanah Cirebon.

Ceritanya, pada abad 15, saat itu wilayah Cirebon dilanda kekeringan yang sangat hebat, yang hampir melanda seluruh wilayah Cirebon. Untuk mengatasi persoalan kekeringan itu, sejumlah Ki Gede dan pangeran dari Keraton Cirebon berkumpul mencari solusi mengatasi krisis air yang melanda wilayah Cirebon.

Sambil mencari sumber mata air, ketiga pangeran yakni Pangeran Matangajimat, Pangeran Jakatawa, dan Pangeran Mancur Jaya, itu pun terus menyebarkan ajaran agama Islam ke seluruh pelosok Cirebon. Perjalanan ketiga pangeran itu, akhirnya sampai ke wilayah barat Cirebon dan menemukan sebuah pohon yang rimbun.

Saat berada di lokasi itu ketiga pangeran terkejut melihat fenomena alam berupa rembesan air yang keluar dari bawah pohon itu. Belakangan diketahui pohon tersebut disebut-sebut tempat berteduhnya Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang yang juga dikenal dengan Mbah Kuwu Cirebon Girang.

Ketiga pangeran itu pun selanjutnya mencari sumber air rembesan, namun tak juga ditemukan. Akhirnya mereka sepakat semedi dan berdoa meminta petunjuk. Saat semedi dan berdoa, tiba-tiba terdengar suara tanpa wujud yang menyuruh ketiga pangeran untuk mengangkat kayu yang mereka duduki. Kayu itu supaya diketukan ke tanah.

Bunyi kayu yang mengenai tanah itu berbunyi 'tuk', sehingga kemudian daerah tersebut dikenal dengan nama Desa Tuk. Selain menimbulkan bunyi 'tuk', ketukan kayu ke tanah juga berhasil menyemburkan sumber mata air.

Juru Kunci Balong Keramat Tuk Pangeran Mancur Jaya, Raden Mas Suparja mengatakan bahwa hingga kini masih sering dikunjungi peziarah lokal maupun luar kota.

"Yang datang ke sini kebanyakan berdoa dan mengambil air dari balong. Tapi ada juga sekedar ingin melihat-lihat," katanya

Facebook
PRchecker.info