Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 13All time: 120112

Banyupanas Palimanan

Wisata cirebon » Banyupanas Palimanan

  • Banyupanas Palimanan
    Banyupanas Palimanan
  • Banyupanas Lanscape
    Banyupanas Lanscape
  • Warning Board
    Warning Board
  • Banyupanas Gazebo
    Banyupanas Gazebo
  • Banyupanas umbul
    Banyupanas umbul
  • Sungai belerang
    Sungai belerang
  • Lanscape sisi kolam
    Lanscape sisi kolam
  • Gerbang kolam renang
    Gerbang kolam renang
  • Pos Medis
    Pos Medis
  • Turis.. :)
    Turis.. :)

Sebenarnya sudah lama keinginan untuk berkunjung ke Obyek wisata Cirebon yang berlokasi di area pabrik semen tersebut, dan sudah sering juga aku melewati jalurnya, namun selalu saja waktu dan moment yang kurang pas, sehingga baru kemaren aku kesampaian berkunjung dan menikmati wahana wisata di Pemandian Air Panas Palimanan tersebut.


Moment tersebut sebenernya juga tidak direncanakan sebelumnya, karena pada saat itu kami sedang menikmati minggu pagi di Stadion Bima yang selalu ramai dengan berbagai aktivitas olah raga, dan kuliner, ketika ide untuk ngebolang ke Banyu Panas Palimanan tersebut muncul... tuinggg!!!!.


Dari kota Cirebon
Waktu tempuh dari Kota Cirebon berkisar antara 25-35 menit dengan kondisi jalur yang sedikit berlobang (saat itu) karena memang sepanjang jalur Palimanan tersebut terdapat beberapa pabrik yang armada angkutnya cukup besar, berat, dan buanyak. Jadi tidak heran jika penguasa jalurnya adalah truk-truk besar, sehingga kerusakan jalur Cirebon-Majalengka semakin parah.


Lima menit menjelang gerbang obyek wisata banyupanas Palimanan tersebut kita sudah bisa menikmati pemandangan bukit yang tergerus dan mulai berwarna gersang dengan aktivitas exploitasinya, alat berat terlihat sibuk menggerogoti isi perut bukit yang pasti dulunya tinggi menjulang.


Miris memang jika kita mau perhatikan tentang keseimbangan alam di wilayah Cirebon ini, karena perusakan alam dalam berbagai aktivitas industry dan bisnis, sepertinya luput dari perhatian pihak yang berwenang, maka tak heran jika Cirebon menjadi semakin bersuhu tinggi.


Gerbang Obyek Wisata Banyupanas Palimanan
Untuk memasuki area wisata obyek wisata banyupanas ini, kita harus melewati sebuah pos keamanan pabrik semen, karena memang lokasi obyek wisata tersebut berada di sisi dalam komplek pabrik semen tersebut, sehingga pengelolaan, dan investasinya (sepertinya) berada pada management pabrik semen tersebut.


Dan posisi gerbang itu pula lah yang sering menyebabkan orang ragu untuk melewatinya, kebanyakan mereka grogi dan ragu ketika melihat satuan pengaman yang berdiri tegak menjaga gerbangnya, kebanyakan orang takut pada bayangan interograsi dan pertanyaan2 jika memasuki area yang dijaga oleh satuan pengaman seperti itu, niatnya cuman mo berendem eh kok ribet urusan satpam.


Padahal sebenernya tidak seperti itu, karena memang obyek wisata Banyupanas Palimanan tersebut terbuka untuk umum, dan siapapun boleh melintasi area pabrik semen untuk menuju ke Banyupanas.


Tiket Masuk
Setelah melintasi pos satpam, kemudian melintasi area pabrik, maka kita akan sampai pada sebuah jalur perbukitan yang gersang, setelah 10 menit kemudian maka akan terlihat gerbang obyek wisata Banyupanas Palimanan.


Harga tiket masuknya cukup murah, dengan Rp. 7000 (include parkir) kita sudah bisa menikmati wahana obyek wisata Banyupanas Palimanan sepuasnya tanpa ada batasan waktu dan durasi.


Wahana


Area parkir cukup luas dan alami, bukan berupa shelter namun sebuah lapang yang masih berasa teduh. Beberapa warung dan kios makan terlihat disekitar area parkir.


Dari tempat parkir, kita harus menyeberangi sungai kecil aliran Banyupanas tersebut, dari jembatan itu kreativitas phtografi bisa dimulai, karena aliran air panas berkadar belerang tinggi disitu menciptakan efek warna biru pada aliran sungainya, tidak kuning seperti umumnya aliran belerang.


Bangunan pertama yang bisa kita temui setelah masuk area wisata tersebut adalah Pelayanan Kesehatan, dan itu sangat positif mengingat ada banyak potensi bahaya yang bisa saja terjadi di area wisata tersebut. Namun sayang saat itu aku tidak sempat memastikan apakah ada petugas medis dan fasilitasnya yang standby pagi itu.


Point kedua yang aku catat adalah sebuah kolam renang, yang tentunya panas / hangat dan mengandung sulfur atau belerang tinggi, baik untuk berendam terapi dan perawatan kulit, juga seru untuk bermain dan berenang bersama, karena kolam yang cukup luas dan tidak begitu dalam.


Pohon-pohon tinggi dan rindang meneduhi area tersebut, karena memang area tersebut dulunya bukit tak bertuan dan masih berupa hutan, terdapat beberapa gazebo bamboo yang cocok untuk istirahat dan berteduh bersama.


Nuansanya masih sejuk, meski ada gangguan sensasi karena lokasi yang berada ditengah proses aktivitas pabrik, truk-truk besar, alat-alat berat, terlihat meilntasi sisi luar dari lokasi obyek wisata Banyupanas Palimanan tersebut, tidak ada pagar pembatas antara lokasi wisata dan jalur angkutan bahan baku semen dari bukit ke pabrik, dan hanya sebuah papan peringatan tentang area terlarang bagi pengunjung obyek wisata.


Sumber banyupanas sudah dipagari dengan rapi dan aman, terdapat dua buah “umbul” atau muncratan air panas dari dalam tanah yang terasa begitu besar dan panas, menurut papan peringatan yang terpasang, suhu airnya mencapai lebih dari 60” celcius, dan bau belerangnya wow!.


Pemagaran sumber air panas tersebut menjadi bentukan kolam, sehingga muncratan air panas yang awalnya lumayan tinggi, terhambat oleh genangan airnya, sehingga terlihat lebih seperti golakan air yang mendidih dengan asap yang mengepul lebat.

ternyata tidak hanya di dalam pagar kolam tersebut, karena disekitarnya terlihat beberapa riak2 kecil sumber air panas yang menyembul memuncratkan airnya.


Aku mencoba melihat “sisi lain” dari obyek wisata tersebut, karena bukit yang digerogoti oleh alat berat terlihat sangat menantang untuk event offroad, sehingga next trip aku harus bisa mendapatkan jalurnya.


Ide lain yang sempet melintas adalah, belum adanya fasilitas untuk “outbond” dimana aku melihat ada sisi yang cocok untuk “outbond adventure” bagi anak-anak kecil, juga mungkin flying fox yang melintasi kolam renangnya akan cukup menambah daya tarik dan keseruan berwisata di Obyek wisata Banyupanas Palimanan Cirebon tersebut.


Bagaimana cara menghubungi dan membuat kerjasama dengan pengelolanya ? that’s a challenged!


So…jika anda ingin berkunjung ke obyek wisata Banyupanas Palimanan Cirebon ini, segera hubungi Cireboner.com, dan ojek wisatanya akan menjadikannya mudah untuk anda.


Salam
Cireboner.com

Facebook
PRchecker.info