Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 51All time: 133606

Superman's Big Sister - amazing underground waterfall

Bolanger Notes » Superman's Big Sister - amazing underground waterfall

  • Air terjun goa barat
    Air terjun goa barat

Masih dalam kondisi kuyub dari goa petruk

Dengan masih belepotan tanah, dan basah, aku pamitan kepada petugas untuk lanjut menuju destinasi kedua, eh ketiga sebenernya karena setelah keluar dari goa Petruk, aku mlipir ke Tebing Putih sebentar, namun biarpun sebentar tapi cukup membuatku berantakan ha ha ha.

dingin memang melawan angin sore itu, melaju dengan perlahan melewati kawasan Goa Jatijajar, aku sempet berhenti untuk cek GPS

“ Pak maaf, mau nanya, kalau ke goa barat itu kearah mana yah? “

“ Ohh goa barat.... hmmm “

lalu disebutkannya sebuah nama desa atau entah, yang arahnya berlawanan dengan tujuan aku, sesaat aku bimbang, namun insting aku tetap bertahan untuk terus kedepan.

Maka sampailah aku dipelosok kampung yang jauh dari keramaian, ada ragu dibeberapa jalur, namun GPS masih menjadi andalan, hingga disebuah rumah kecil aku menemukan tulisan, “Parkir motor Goa Barat” yup udah deket!

Sepi adalah kesan yang aku dapetin saat itu, karena selain ibu-ibu yang sedang bercengkrama dengan anaknya tidak ada terlihat sosok lain yang berada disekitaran basecamp goa barat tersebut, oh iya terdapat sebuah gazebo yang nyaman untuk berisitirahat bagi pengunjung, sambil melakukan persiapan.

kemudian seorang ibu menyapa, dan bertanya apakah aku bersama rombongan, apakah mau masuk goa? apakah mau ngopi sambil nungguin pemandu yang sedang dicoba hubungi? nah yang terakhir tuh Ho’oh banget dah buat meredam dingin yang mulai terasa.

Secangkir kopi hitam kemudian nongol, bersama sebuah penjelasan tentang harga paket susur goa, dimana ternyata ibu tersebut adalah suami dari pemandu sekaligus pentolan di komunitas goa barat, boleh dibilang penemu dan pengelolanya, harga paket adalah 350ribu yang terdiri dari 6 pax, dengan tambahan 50 ribu per orang jika ada tambahan peserta.

Karena aku sendirian, artinya harga paket tersebut aku tanggung sendiri, dan meski cukup berat tapi ternyata itu belum sebanding dengan pengalaman yang keren selama susur goa barat, jadi... wortit lah dengan harga segitu.

Sambil ngobrol netan ngulon sama tu emak2 aku nikmati sesobek roti, mix dengan kopi hitamnya yang mantab, hingga kemudian sesosok lelaki datang dengan motornya, yup sesuai tebakan, dialah pemandu aku sore itu.

Kenalan, ngobrol, dan short briefing kemudian jadi agenda selanjutnya, kemampuan nego aku cuman bisa menurunkan 50ribu saja, ada form yang harus aku isi, dan lanjut dengan perlengkapan safety yang harus aku pakai.

sebuah sepatu karet warna putih, sebuah life jacket atau pelampung, dan sebuah helm (model utk proyek) merupakan standar PPE atau APD yang bisa kita dapatkan dari harga paket tersebut, untuk lampu senter, glasses, handglove dan safety gear lainnya harus kita prepare sendiri, dan sangat disarankan membawa headlamp juga, untuk sepatu memang disarankan yang berjenis sol karet dengan tingkat kelenturan tinggi, agar nempel di bebatuan yang basah, tapi kuat menahan tajamnya.

Mas teguh aku memanggilnya, yang jadi pemanduku susur goa mulai mempersiapkan sebuah lampu modifikasi dari battery aki kecil yang dimasukkan ke kantong life jacket, waterproof harus, karena kalau sampai short circuit karena kerendem aer maka justru beresiko tinggi bagi dirinya.

Tidak ada RADIO HT yang memungkinkan adanya komunikasi bagi yang sedang ada di dalam bumi, dengan basecamp, tidak ada perlengkapan lain baik itu tali, webbing, P3K, dan makanan atau minuman, semua harus kita prepare sendiri, tidak ada sinyal seluler selama susur goa, dan itu menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola karena akan banyak karakter pengunjung dan kemampuan yang berbeda pula, dimana hal itu berbanding dengan tingkat resiko kecelakaan dan abnormal condition, dimana hal pertama yang dibutuhkan dalam proses evakuasi adalah komunikasi.

Mas tegush sudah bersertifikat sebagai pemandu, sudah ratusan kali mengantar tamu kedalam goa, sudah banyak goa yang dijelajahinya, sehingga membuat aku yakin bahwa pengalaman mas teguh bisa menghindarkan kami dari potensi bahaya yang mungkin ada, jadi semakin tenang aku untuk memulai langkah pertama menuju mulut goa barat.

Salah satu point briefing dari pemandu adalah “ tidak boleh berpegangan pada pipa kecil yang ada disepanjang goa, dimana pipa tersebut adalah pipa air yang mengalirkan air dari kedalaman goa menuju rumah2 di kampung sekitarnya, karena jika kita memegangnya dan terjadi kerusakan, akan menjadi tanggung jawab kita untuk memperbaikinya.

Selain pipa kecil, ada pipa gede yang juga ada di goa barat tersebut, kalau itu aman buat pegangan.

Bismillah langkah pertama menuju Superman’s big sister aku mulai setelah berdo’a bersama, mas teguh sebagai peandu di posisi depan, dan aku ngekor dibelakangnya dengan deg-deg an, trek awal melewatijalur yang terbangun rapi, ada tatanan batu dan lampu, meski saat itu tidak dinyalakan.

Sesaat kemudian trek basah harus kita mulai, dari setinggi mata kaki, kemudian perlahan semakin dalam hingga paha, terlihat mas teguh sangat menguasai jalur dengan smooth berpindah sana-sini dari sisi kanan sungai kek sisi lainnya, zigzak, dan lainnya untuk menapaki jalur teraman, bahkan cara memilih kaki kanan atau kiri duluan juga diperhatikan, agar keseimbangan badan terjaga.

Intruksi dan peringatan banyak disampaikan selama susur goa barat, dan hanya aku sahut dengan OK, Enggih, Siap, dan yup!, aku taati semuanya demi keselamatan dan kelancarannya,point menariknya dalah awalnya kita ngobrol dengan bahasa jawa kromo, setelah tau bahwa aku berbahasa jawa, tapi karena Kromo aku udah mulai hilang, aku nyerah, aku paksakan percakapan itu dengan jawa ngoko, atau bahasa indonesia sekalian, biar syahdu... huhuhuhu syedih.

Semakin kedalam gelap semakin pekat, sungai semakin deras arusnya dan kedalamannya mengharuskan kami berenang melaluinya, yup berenang melawan arus broh!, batuan yang kita pijak sungguh menjadi ancaman serius jika kita tidak bersepatu, belum lagi dinding goa yang cadas, dan juga batuan dari atap lorong yang siap beradu keras dengan Helmmu.

Susur Goa Barat, merupakan paket lengkap dari sebuah petualangan, karena kamu harus berjalan di bebatuan, dari kering hingga yang terendam, lalu berenang, tidak cuman itu, tapi harus melawan arus, lalu ada merangkak di celah sempit, memanjat bebatuan, dan juga tali temali, semua bisa kamu rasakan sensasinya dengan bonus pencahayaan yang seadanya.

Jika beruntung, maka kamu akan menjumpai ikan pelus seperti yang aku temukan waktu itu berwarna putih, dan sempet membuat aku shock! karena aku kira ular!, Pelus merupakan jenis ikan yang kalau tidak di dalam goa yang gelap, biasanya ada di palung sungai, atau bagian sisi sungai yang dalam dimana disitu arus air berputar dan bergulung, ikan pelus dipercaya bisa bertumbuh menjadi ikan super gede, sehingga masuk dalam salah satu binatang mitos yang mistis.

Jernihnya air, dan segarnya sangat menipu, karena sebenarnya ada batu tajam yang tersimpan didasarnya, konsentrasi lebih menjadi harus, interet point yang akan kamu temukan ada banyak, mulai dari bebatuan purba, binatang yang berhabitat di kegelapan abadi, dan juga beberapa air terjun, dari yang kecil, sedang hingga Superman’s big sisternya.

Panjang goa yang aku susuri waktu itu lebih dari 2Km, dengan durasi tergesa-gesa yang alkhamdulillah mencapai rekor tercepat (kata mas Teguhnya), secara emang ngejar waktu, cuman berdua, dan aku bukan type yang gampang selfi.. hahahahaha, untuk normalnya sekitar 2.5 atau 3 jam.

euforia meledak ketika pada akhirnya aku sampai di Superman’s Big sister!

Sungguh tidak bisa dituliskan rasa yang teralami ketika melihat begitu megahnya air terjun berketinggian lebih dari 30meter tersebut, meski dengan pencahayaan yang minim, tapi kemegahannya bisa banget aku rasakan, Yup air terjun yang berada jauh dikedalaman tanah dengan ketinggian lebih dari 30 meter! itu tidak semua pulau memilikinya broh!, dan tidak semua orang punya keberanian untuk mencapainya.

Aku berenang, mencoba mengabadikan, dan sejenak berdiam mencari keheningan diantara gemuruh air terjunnya, yup begitu mendamaikan, begitu dekatnya dengan kuasa tuhan, sangat memahami ketidakberdayaan diri pada alam, sangat mengerti bahwa kematian adalah hal yang sederhana.

Tidak cukup lama aku dan mas Teguh berada di air terjun tersebut, karena kalaupun lanjut ke Super Dumbo / Jumbo, waktu dan peralatan tidak cukup memadai, eh iya apa itu Super Jumbo?

Jadi gini, air terjun didalam goa barat yang aku capai setinggi 30 meter itu bukanlah air terjun paling tinggi di goa Barat!!!! masih ada setidaknya 1 lagi air terjun (yang masih diketahui) yang jauh lebih tinggi, lebih luas rongganya, dan lebih megah dengan batu stalagtit yang menjulang setinggi air terjunnya, dan ketinggiannya mencapai lebih dari 50 meter!!!!.

bisa dibayangkan broh, karena untuk mendapatkan photonya di internet masih sangat-sangat sulit, karena memang tidak banyak yang mampu mencapainya, tidak banyak yang mampu mengambil gambarnya, dan banyak alasan untuk mencukupkan para penyusur goa, berhenti dan merasa cukup di Superman’s big sister saja.

Yup untuk mencapai air terjun super jumbo tersebut, kamu harus rappeling naik tali melawan derasnya air terjun big sister, setinggi lebih dari 30 meter, lalu susur sungainya horison hingga 200 meter lagi, baru akan ketemu dengan Super Dumbo!, pendek memang dari segi jarak, tapi durasi yang dibutuhkan bisa lebih dari 1 jam.

Dan aku akan kembali kesana untuk Super Dumbo!

singkat cerita, aku balik dari big sister dengan membawa sensasi rasa luar biasa, tetap dengan perjuangan yang sama, cuman kali ini renangnya mengikuti arus, sehingga sedikit lebih hemat energi, dengan durasi yang lebih singkat.

seperti halnya aktivitas susur goa umumnya, saat itu aku sangat merindukan matahari, merindukan terang, dan leganya helaan nafas, dan begitu keluar dari mulut goa barat, syukur kepada tuhan yang telah menyelamatkan begitu halus dan wening, betapa tidak, hanya dengan insiden kecil saja, kami berdua sangat mudah musnah di dalam sana.

Sisa kopi masih ada di gasebo itu, aku liar menyeruputnya...hmmmm luar bysyah!, safety gear aku lucutin dan kembalikan ke mas Teguh, lalu tepar terduduk lapar!.

di gasebo sudah ada pak Edi yang menunggu, dan langsung ngajakin ngobrol banyak hal, mulai dari sejarah ditemukannya goa, dan air terjunnya, ekpedisi pertama warga disitu, kendala dalam pengelolaannya, dan masih banyak obrolan greget lainnya.

ternyata beliau adalah senior di urusan goa barat, bisa disebut sebagai yang megang goa barat, sehingga sore itu terburu-buruku menjadi melambat, lebih dari 30 menit tak berasa obrolan kami menghantarkan ke tepian hari, ke ujung temaram senja.

aku pamit dan tanpa ganti pakaian yang masih basah, aku cuss menuju Camp Pantai Menganti, untuk istirahat menikmati malam dengan gemuruh ombak dan anginnya.

catatan ini sampai disini, tapi yang pasti apa yang tertulis jauuh dari mewakili sensasi luar biasa yang akan kamu alami sendiri di Goa Barat Kebumen.

ayo berkunjung ke goa barat kebumen

Facebook
PRchecker.info