Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 94All time: 111041

Sejuknya Cikole

Bolanger Notes » Sejuknya Cikole

  • api unggun cikole bandung
    api unggun cikole bandung
  • bermain dengan cahaya cikole
    bermain dengan cahaya cikole
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • sesi perang! paintball cikole
    sesi perang! paintball cikole
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • sesi horror dalam tenda cikole
    sesi horror dalam tenda cikole
  • habis makan terbitlah kenyang
    habis makan terbitlah kenyang
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • pohon pinus menjulang tinggi
    pohon pinus menjulang tinggi
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • wisata cikole bandung
    wisata cikole bandung
  • menata koin mas kawin cikole
    menata koin mas kawin cikole

Cerita perjalanan ini, dimulai dengan kehebohan luar biasa di sebagian besar wilayah cirebon, ketika gemuruh dan getaran dahsyat mengurung cirebon dalam kebisingan luar biasa, yup sebuah pipa steam bertekanan tinggi telah jebol dan itu sebuah pertanda bahwa event turing kali ini tidak bisa diikuti oleh semua anggota Cirebon power riders.

Deal sudah terjadi, transfer jutaan rupiah juga sudah kelar, sehingga meski tidak semuanya, karena sebagian anggota harus terlibat di proses recovery pipa PLTU yang meledak, tetapi event touring ini haruslah terlaksana.

Dengan beranggotakan 15 orang, kami dari cirebon meluncur menuju bandung dengan terlebih dulu mlipir ke kota sumedang untuk menikmati maknyussnya tahu sumedang asli sumedang dimasak disumedang dan dimakan saat itu juga disumedang, bener-bener originalitas tinggi wink

Dari sumedang kami mlipir ke jalur alternatip yang masih dalam kondisi rusak parah, itulah kenapa begitu kami mencapai aspal mulus nan lebar, kami seperti melampiaskan dendam dengan mulai menaikkan speed.

Kami tidak langsung menuju Cikole, tetapi kami mlipir lagi ke kota Bandung untuk cari makan gratis di resepsi pernikahan salah satu member CPR, sekalian kondangan lah tentunya.

Dari kondangan tersebut kami kembali membelah kemacetan kota Bandung untuk menuju ketingian Lembang, dimana Grafika Cikole destinasi kami berada.

Sempat ada yang tertinggal dan nyasar, begitu kami sampai di lahan parkir grafika cikole sore itu, kurangnya koordinasi dan komunikasi menjadikan sebab dari terpisahnya salah satu member dari rombongan, namun tak begitu lama si anak hilang itupun terketemukan dan kamipun segera confirm ke pengelola grafika Cikole untuk menuju lokasi dimana tenda peleton kami berada, saat itu jam 15 siang.


Dititik ini kami sudah bisa merasakan sejuknya udara khas daratan tinggi, terlebih dengan menjulangnya pohon pinus, semakin menyempurnakan nuansa alami area tersebut, segera kami merapikan parkir motor ke tempat parkir yang spesial, yaitu tepat dibawan wahana flying fox, didalam “jembatan naga”.

Lokasi tenda kami berada tepat dihadapan rumah panggung yang berderet rapi menjulang, terlewati oleh kami ketika menuju kesana, beberapa rumah pohon, jembatan-jembatan tali yang menjuntai dari pohon satu ke pohon lainnya, beberapa gazebo besar, camping ground dan aula serbaguna yag bertema ala-ala kota pinggiran amerika sono, yup sebuah wahana yang one stop services untuk berlibur dan menikmati serunya petualangan di sejuknya alam.

Grafika cikole sebenarnya bukan satu-satunya pengelola tempat itu, karena ada beberapa tempat lain yang menawarkan nuansa sama, tentu dengan tambahan feature dan fasilitas yang berbeda satu dengan lainnya, cukup banyak pilihan dan kenapa kami pilih grafika, karena yang laen sudah over book.

Didepan tenda kami ada sebuah mushola dan kamar mandi common, diseberang sono ada hamparan rumput yang masih belum ditempati tenda, sedang diatas sana, diantara menjulangnya pohon pinus, terdapat banyak tenda warna-warni yang semakin menyemarakkan pemandangan.

Begitu kami sampai di tenda, kami segera berebut kaplingan dengan menaruh box, helm, dan jaket ke matras yang sudah disediakan, tak lupa juga dengan sleeping bag yang berlebih, aku ambil tiga! Satu untuk bantal dan dua lainnya untuk kasur.. :P

Seharusnya kami sampai ditempat itu lebih awal sesuai ittinerary, tetapi karena banyak hal yang membuat kami terlambat, itulah mengapa jadwal menjadi sedikit kacau, dan sebisa mungkin kami harus menyesuaikannya.

Kegiatan bareng kami setelah masing-masing kami puas menjelajahi camp ground untuk sekedar memetakan lokasi dan sekaligus memanjakan mata, adalah Pintball war simulation.

Secara acak kami dibagi menjadi dua group dan masing-masing kami mendapat jatah 40 peluru untuk setiap session, dan perang saat itu ada dua session, wew!

Dibawah pengawasan instruktur, perang kami cukup serius dan seru, adu strategi berubah menjadi adu nyali ketika perang berlangsung 5 menit!, konsentrasi akan seketika buyar manakala kamu mengalami yang namanya tertembak dibagian wajah yang terlindungi oleh helm, cipratan cat masuk kedalam mulut, dan cipratan lainnya memenuhi kaca pelindungmu, seketika buram dan akan semakin burem jika kamu berusaha membersihkannya, sedang peluru musuh bertubi-tubi nyaris mengenaimu.

Entah mengapa, kok hasilnya seri alias draw, alias imbang, sehingga tidak ada yang merasa menang, dan tidak ada yang merasa dikalahkan, itulah mengapa perang itu berakhir damai dan bahkan kami berphoto bersama dengan tawa ceria.. hmmm perang yang aneh

Sebelum balik ke tenda, kami sempet ngobrol dengan pengelola wahana paint ball untuk sekedar basa basi dan prospek jika suatu saat nanti ada kegiatan lain yang mungkin akan kita laksanakan di grafika cikole lagi.


Kami balik ke tenda untuk mandi dan beribadah sore, selanjutnya adalah jam bebas sampai tiba waktu makan malam bersama, yup tentu para jomblo habis-habisan bersolek memantaskan diri untuk kemudian beredar nampang sana-sini mencoba menarik perhatian lawan jenis, hayah!

Makan malam kami sudah siap, dan setelah lengkap berkumpul kami menuju sebuah gazebo besar serbaguna disalah satu sisi lokasi yang lumayan jauh dari tenda kami, lapar yang mix dengan capek berperang, menjadikan kami bersemangat untuk segera mencapai lokasi dan makaaaan!!!!

Ternyata menu yang ada tidak sesuai dengan harapan kami, dimana terbayang sebuah kombinasi sempurna antara suasana dingin ala hutan pinus, dengan lapar yang tertahan, plus capek setelah melakukan perjalanan panjang, juga serunya perang, yup dibawah standard dari apa yang sebelumnya pernah kami dapatkan di tempat lain, saat turing sebelumnya, namun begitu what can we do...? sikaaaat!tongue-out

Sekembalinya dari makan, kami kembali ke tenda, suasana malam minggu yang semakin hidup mulai berasa, alunan lagu dan bingar musik mulai bersahutan, cahaya-cahaya api unggun pun mulai menyala, yup semua kenyang dan semua siap menghabiskan malam minggu dengan keseruan bersama.

Ada banyak group, ada banyak komunitas, yang malam itu berada di satu area maka tak heran jika kerasnya suara musik terdengar semakin saling mengalahkan, sedng kami yang tanpa acara musik hanya cukup dengan mendengarkan saja, sambil banting-banting kartu gaple!.

Ketika api unggun siap, jagung bakar siap, kopi jahe siap, dan bajigur juga siap, maka kami berhambur keluar tenda untuk kemudian duduk melingkar mengelilingi api unggun sambil menikmati sajian yang ada. Mo kacang?, pisang rebus?, atau ketela rebus? Semuanya hangat tersedia.

Api unggun semakin nyala berkobar, dan hingar bingar malam itupun sepertinya tak pernah lelah, kami makin tenggelam pada nuansa seru, yang berpengaruh pada semakin kuatnya bantingan kartu domino!

Plak! Plak! Plak!

Tapi ternyata stamina tak seangkuh itu, sehingga ada saatnya kami semua tepar berebah, untuk menyambut mentari esok hari, karena agenda selanjutnya masih seru-seruan berATV ria, flying fox, dan seru lainnya, juga rencana mlipir ke gunung tangkuban perahu, saat perjalanan panjang menuju subang untuk pulang ke cirebon.


Pagi pun terjelang dan cahaya mentari yang mengintip dari celah ranting pinus seakan mengingatkan bahwa masih banyak petualangan seru yang harus segera kami jalani, sebelum sengat mentari merontokkan semangat.

Ada yang langsung menuju ke wahana offroad dengan ATV, ada yang memilih hunting kuliner, ada yang hobi flying fox, dan ada juga yang hunting souvenir khas cikole sedang aku? Ah aku merasa itu semua kurang seru, sehingga dengan sedikit usaha cari informasi, maka aku dapatkan hal yang paling seru, yaitu rally menuju puncak tugu prasasti yang berada di kedalaman hutan pinus, jauuuh diluar area grafika cikole, offroad dan ekstreem pastinya...

Untuk cerita offroad menuju goa jepang dan puncak tugu tersebut akan aku tulis di lembar berikutnya.
Kami cabut dari cikole, dan rencana untuk mlipir ke gunung tangkuban perahu harus kami batalkan karena hitungan waktu dan jarak tempuh yang masih jauh, maka kamiharus menghindarkan untuk perjalanan malem di jalur subang yang terkenal rawan dan gulita.

Rehat pertama perjalanan menuju cirebon adalah disebuah rumah makan prasmanan yang ternyata favorit beberapa anggota CPR yang sering melintasi jalur tersebut, sebuah rumah makan yang simple dan jauh dari kesan mewah, tersedia lesehan, tempat ibadah, dan sebuah kolam renang cukup lebar disisi belakang bawah rumah makan tersebut, kamipun lahap menyantap.

Jalur subang majalengka memang jalur favorit peturing untuk siang dan sore hari, bukan untuk malam hari, karena gersangnya kondisi sekitarnya, berkelok dan naik turun, sepiii, dan bisa full speed merupakan alasan kenapa jalur subang-majalengka adalah jalurnya peturing.

Kamipun sampai disarang mimpi cirebon, ketika malam belum begitu larut, dan hari masih lama berganti
Terimakasih tuhan, terimakasih alam, dan terimakasih teman untuk petualangan seru hari ini

Salam
Cireboner

Facebook
PRchecker.info