Cireboner - Ciremai Weekend Adventures - Ojek Wisata Cirebon - Ojek Wisata Kuningan - Souvenir Khas Cirebon - Souvenir Asli Cirebon - Ngebolang ke Cirebon
Have question?
News
  • sewa tenda cirebon

    Untuk mengakomodasi kebutuhan para outdoor bolanger yang pengen praktis dan ekonomis dalam penyediaan alat-alat camping, maka cireboner.com bekerjasama dengan Cirebon Power Rider, memberikan solusi dengan menyewakan alat kelengkapan camping download pricelist

  • Korban pertama Green Canyon Majalengka

    Adapun identitas dalam buku masuk pengunjung di pos kedua objek wisata Gua Lalay, ke-13 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu antara lain, Amar 19, Ciputat, Tanggerang Se latan; Faujan, 22, (Pamulang); Ahmed, 20, (Pamulang); Kelaudia, 21, (Ciputat); Regina, 19, (Tanjung Priok); Fitri, 19, (Ciputat); Adjim, 21, (Pondok Cabe); Syla, 19, (Curug, Bogor); Ewa 19, (Bintaro); Ratri, 18, (Gunung Putri, Bogor); Ulfa, 18, (Ciputat); Vidya, 18, (Pamulang), dan Dodo, 19, Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

  • Stasiun Kejaksan Cirebon

Visits:
Today: 94All time: 111041

The Mountain Recreation Park

Bolanger Notes » The Mountain Recreation Park

Kali ini Cireboner akan share tentang wahana wisata yang tidak jauh dari Cirebon, yaitu The Mountain Recreation park Kuningan.

Sebuah job order sampai di bolangnya cirebon melalui bisikan lembut seorang teman, “ sssttt minggu 21/09/2014 ada waktu gak nih bro…? “

Sebenernya tanggal itu aku siapin buat menghapal lagu dari Bruno mars “lazy song” alias just wanna lay in my bed, tapi karena bisikan itu dating dari seorang teman, maka hayuk lah hajar!.

Di moment itu aku berposisi sebagai jepreter alias tukang photo, untuk mengabadikan tingkah polah mereka para tetangga section, yang sedang ber fun in the mountain.

Tapi mungkin bukan tentang bagaimana aku harus berpanas-panas ria ngider ngalor ngidur, ngintip sana sini, jepret sana dan jepret sini motoin moment kebersamaan mereka yang akan aku bagi disini, tetapi lebih kepada review tentang seperti apakah tempat wisata Cirebon …eh Kuningan yang menamakan dirinya the mountain recreation park tersebut.

Yup pagi itu sesuai itinerary yang aku dapet, aku harus stay di lokasi sebelum mereka tiba, tentunya agar prosesi kedatangan mereka terdokumentasi, dan untuk itu aku mengandalkan motor sebagai sarana transportasinya, karena selain bisa lebih on time, juga bisa extending alias bisa blusukan ke untouchable place di sekitaran lokasi wisata tersebut.

Dari Cirebon

Sebelum mulai betot gas ke Kuningan, terlebih dulu aku mlipir ke pinggiran danau kecil di area padang golf Ciperna, aku ambil beberapa photo refleksi mentari pagi di hampar danau dan rumput padang golf itu, juga tentunya aktivitas muda-mudi yang ramai bersemangat olah raga pagi, cukup sejuk, nature, dan bikin mata fresh!.

27 menit kemudian aku sudah berada di Kuningan, tepatnya di pertigaan lampu merah Cirendang yang menjadi jalur utama mencapai obyek wisata the Mountain Recreation Park, sebentar aku sempetin untuk ke minimarket untuk beli minum dan cemilan kecil.

WaterBoom yang ada pesawat terbangnya

Dari obrolan kecil di mini market itu aku mencatat bahwa nama The Mountain Recreation Park, tidak dikenal oleh warga Kuningan sendiri, karena yang mereka kenal hanyalah “Water boom yang ada pesawat terbangnya” yup itulah keyword yang harus kamu ucapkan ketika bertanya keberadaan the mountain recreation park kepada warga Kuningan, karena kebanyakan mereka mengenalnya sebatas itu saja.

Sekitar 15 menit kemudian aku sampai di TMRP yang ternyata aku adalah pengunjung kedua setelah sepasang kekasih yang sepertinya terlalu eman menyiakan waktu, sehingga terlalu pagi sudah berada di parkiran TMRP 

Yup aku bilang kepagian karena memang jam buka TMRP dimulai dari jam 9 setiap harinya kecuali jum’at, artinya aku masih punya waktu 1.5 jam untuk explore sekitaran lokasi dengan motorku.

Ahai… aku menemukan sebuah jalan setapak yang mengarah ke ketinggian gunung Ciremai, maka barat bocah yang diijinkan maen hujan, ngacirlah aku menapakai kaki Ciremai menuju batas hingga motorku mentok gak ada jalan yang bisa dilalui lagi.

Sekitar 17 menit aku menapaki jalanan offroad melewati kebun dan sisa hutan dikaki gunung Ciremai itu, hingga di satu titik ketinggian aku terhenti, wow…. Sebuah view yang luar biasa. Bentang alam terlihat jauh dibawah sana, it’s my own side, cukup lama aku berdiri disana, karena sejuknya udara dan segarnya pemandangannya mampu menahanku untuk kerasan.

Beberapa photo aku ambil, tetapi yang namanya ketinggian, selalu identic viewnya dengan ketinggian lainnya, harus merasakanya sendiri, karena sebuah photo tak kan bisa menggantikannya, dan kemudian aku kembali turun menuju TMRP.

Parkir

Setibanya kembali aku di TMRP aku tidak menemukan tulisan, tanda, ataupun bangunan yang menunjukkan lokasi parker motor, yang ada hanyalah bentang luas area dengan beberapa garis tali, tidak jelas pemisahan antara motor dan mobil, hal itu aku tanyakan kepada petugasyang sudah ada, dan jawaban mereka adalah ‘tukang parkirnya belum dating”, namun setelah tukang parkirnya dating pun yang keluar hanyalah tulisan sepidol yang dipasang pada sebuah tiang dengan kata “parker motor”, hadeuh…

Biarpun angin dan sejuknya udara cukup mampu mengabaikan teriknya matahari tetapi tetep aja panas, karena ruang terbuka cukup luas dan beraspal!, seandainya ada semacam bangunan kanopi untuk mengatapi parkiran motor, tentu akan lebih nyaman bagi pengunjung.

Tidak adanya tempat sampah, juga menjadi ctatan untuk dibenahi

Toilet Umum

Disisi lain halaman parker terdapat sebuah bangunan yang difungsikan sebagai toilet umum, dengan jumlah bilik yang lumayan banyak, akan tetapi ketika aku datangi, aku melihat ada banyak tulisan yang ditempel di atas pintunya dengan jelas terbaca “Toilet Rusak” yup ada banyak karena hanya menyisakan satu bilik toilet saja yang “sepertinya”bisa dipakai.

Mungkin hanya terlewat saja oleh pengelolanya,tetapi hal seperti itu menjadi penting karena mempengaruhi hajat orang banyak, termasuk image kenyamanan fasilitas di TMRP,yang ujung-ujung nya juga mempengaruhi minat pengunjung, sebaiknya pengelola segera memperbaikinya demi kenyamanan wisatawan.

In Progress

Secara konsep, apa yang ingin dijual oleh TMRP sudah bagus, tetapi terlihat seperti tidak serius proses pembangunannya, sehingga layout yang terlihat beberapa landscape yang aneh dengan pagar bamboo seadanya atau teralis rapuh model teras rumah, juga keberadaan material bangunan yang masih berserak dan membahayakan bagi pengunjung.

Gerbang wahana yang masih sederhana, minimnya petunjuk fasilitas, dan tidak adanya pohon peneduh menandakan bahwa TMRP harus banyak berbenah, mungkin untuk fitur dan pemilihan type material yang dipakai seharusnya minimal study banding dengan tetangga dibawahnya, agar standard keamanannya lebih tinggi.

Fasilitas

Water Boom

Secara umum fasilitas Water boom yang ada di TMRP cukup beda dengan yang lain, yaitu kesejukan airnya yang dipengaruhi oleh ketinggian posisi TMRP, angin segar dan udara sejuknya terbukti mampu menepis terik mentari, pokoknya tau-tau udah berubah jadi legam, dan iritasi kulit sepulangnya, siapin sun block!.

Ada dua lokasi kolam renang untuk balita dan anak-anak yang salah satunya dikelilingi parit, cukup sesuai dengan kondisi anak-anak, tapi yang sejuk bagi orang dewasa, bisa jadi menjadi dingin bagi mereka para anak-anak, sehingga para orang tua harus jeli melihat situasi dan kondisi snak mereka yang sedang berenang.

Kolam untuk orang dewasa juga ada, meski tidak sebagus di tetangganya, namun sekali lagi factor ketinggianlah yang menjadikan TMRP layak untuk dicoba nikmati wahananya.

Taman Alun-alun

Ada sebidang area yang saat itu menjadi lokasi outbond dan fun games, mereka menamainya Taman alun-alun, dan sepertinya area itu yang akan selalu dipakai jika ada kegiatan outbond atau fun games untuk serombongan pengunjung.

Wahana permainan anak-anak juga tersedia, mulai dari ayunan, prosotan, dan juga perahu ayun yang kesemuanya memiliki tariff tersendiri.

Beberapa gazebo yang terdapat disekitaran lokasi cukup memadai meski secara ukuran aku menilai masih tanggung, setiap gazebo juga disewakan, entah berapa harganya aku belum sempet tau.

Sarana Ibadah yang berupa Mushola tersedia di deket kolam renang dewasa, dengan kapasitas yang lumayan banyak serta sarana air wudhu’ yang melimpah, juga tersedianya sarung dan mukena akan lebih membuat kamu nyaman beribadah disana, mungkin kendalanya adalah berisiknya teriakan-teriakan mereka yang berada di kolam renang.

Live music juga menjadi pelengkap yang tidak bisa dilewatkan, sepertinya sejumlah komunitas music bergilir menunjukkan aksinya setiap weekend di tepi kolam anak yang memang cocok untuk dijadikan panggungnya.

Sebuah Pesawat terbang ukuran sedang, juga ada disana, tepatnya disisi area parker, lengkap dengan kios-kios kulinernya, untuk masuk dan mengikuti simulasi penerbangan, pengunjung dikenai biaya Rp. 5.000 sekali masup. Keberadaan pesawat tersebut cukup menjadi poin positif, terlebih bagi anak-anak kecil, dan itu pula yang menjadi keyword ketika kamu mencari keberadaan waterboom tersebut.

Sedang sarana hotel dan home stay, sepertinya masih belum beroperasi karena meski sudah terlihat beberapa bangunan yang teridentifikasi sebagai hotel / cottage, tetapi belum terlihat adanya aktivitas disana.

Satu lagi hal yang terlewat, yaitu akses masuk dari jalan raya kuningan-cirebon yang tidak ada petunjuk ataupun papan iklan adanya the mountain recreation park, terlebih karena TMRP yang berada di ujung sebuah komplek perumahan, dan hanya sebuah baliho kecil nempel di tembok gerbang perumahan tersebut, maka akan mudah terlewatkan oleh siapapun, terlebih jika baru pertama kali berkunjung ke Kabupaten Kuningan.


Secara keseluruhan keberadaan TMRP cukup menjadi pilihan wahana wisata air di Kuningan, dan cireboner merekomendasikan untuk kamu coba sensasi sejuknya.

 

 

 

 

 

 

 

Facebook
PRchecker.info